Sejarah Kedungarum
Menurut informasi sesepuh dan tokoh masyarakat,Desa Kedungarum brdiri pada permulaan tahun 1816. Konon sebelumnya telah berdiri desa yang bernama Ciporang yang membawahi kamoung Kedungarum dan Padarek.Masa itu masih dalam penjajahan Belanda,Kepala desa Ciporang merasa wilayahnya terlalu luas sehingga di adakanlah pemekaran menjadi desa Padarek dan desa Kedungarum. Dengan demikian lahorlah Desa Kedungarum pada tanggal 1 April 1816.
Ada yang unik di balik nama Kedungarum karena mempunyai cerita tersendiri. Konon pada waktu dahulu kala Kedungarum bernama “ Dukuh Kawung “ suatu kampung yang bnyak pohon kawungnya. Disalah satu pohon kawung terpancar mata air yan jernih di suatu kubangan (kedung). Kubangan ini terdapat didusun Cikedung yang dipercaya angker oleh masyarakat sekitarnya,barang siapa yang melewatinya dalam keadaan pikiran kosong akan sakit sesudahnya,bahkan pernah ada yang melihat seseorang memandikan kuda semberani di kubangan itu,ajaibnya sesudah memandikan kuda semberani kudanya hilang entah perginya kemana sehingga tesebar berita menggegerkan bahwa bila yang mempunyai piaraan memandikan kudanya di kubangan ini,sesudahnya kudanya akan menjadi sehat,gemuk,dan larinya sangat kencang!
Banyak masyarakat sekitar membuktikannya sehingga kabar ini menjadi buah bibir kemana-mana dan nama desa ini menjadi harum. Dengan demikian Dukuh Kawung berubah nama menjadi Kedungarum. Lama-lama dengan bergantinya zaman sekitar 1960-an kubangan ini tidak manjur lagi sampai sekarang,sehingga tidak ada lagi yang memandikan kudanya disini, tapi kubangan ini tetap di manfaatkan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan masyarakat ekitar dengan cara mengalirkan nya keperumahan penduduk.
Demikian tadi sejarah singkat terjadinya Desa Kedungarum
Tidak ada komentar:
Posting Komentar